Cari Blog Ini

Memuat...

Minggu, 07 September 2014

SOAL REMIDI ULANGAN HARIAN 1 KELAS XII.IPS

https://docs.google.com/document/d/1q894FlfjJ_EPIsRly3GdQfm3r3HXYcJ290npJ83GSQE/edit?usp=sharing

MASA PEMERINTAHAN KOLONIAL BELANDA

Berdasar Convention of London, Hindia-Belanda yang dikuasai Inggris kemudian harus dikembalikan kepada pemerintah Belanda. Pemerintah kolonial belanda kemudian menerapkan beberapa kebijakan untuk menutup kekosongan kas negara akibat penjajahan Prancis.
Van Den Bosch sebagai pencetus tanam paksa
Johanes Van den Bosch kemudian mencetuskan politik terhadap negeri jajahan yang dikenal sebagai tanam paksa (Cultuur stelsel). Dibawah ini adalah peraturan Cultuur stelsel:
  1. Penduduk menyerahkan seperlima tanahya untuk ditanami tanaman ekspor
  2. Tanah tersebut bebas dari pajak
  3. Kelebihan setoran akan dikembalikan pada petani  
  4. Kegagalan panen ditanggung Pemerintah
  5. Penggarapan tanaman wajib tidak boleh lebih dari waktu menanam padi
  6. Yang tidak memiliki tanah bekerja diperkebunan 66 hari  
Secara umum aturan tersebut tidak terlalu memberatkan bagi rakyat, namun pada pelaksanaanya terdapat berbagai penyimpangan antaran lain:
  1. Tanah yg diserahkan lebih dari seperlima
  2. Tanah tersebut seringkali tetap terkena pajak
  3. Kelebihan setoran tidak dikembalikan karena adanya Cultur Procenten yaitu Keuntungan dari kelebihan setoran
  4. Gagal panen ditanggung petani
  5. Penggarapan lebih dari waktu menanam padi
  6.  Bagi yang tidak memiliki tanah bekerja lebih dari 66 Hari
Banyaknya penyimpangan yang menyengsarakan rakyat Indonesia kemudian memunculkan tentangan termasuk dari dalam negeri Belanda antara lain: Eduard Douwess Dekker (Multatuli) pengarang buku Max Havelaar, Baron Van Houvel (golongan liberalis), L Vitalis (anggota parlemen) dan Van de Putte (pendeta). Kuatnya tentangan terhadap tanam paksa dan kemenangan Kaum Liberalis membuat tanam paksa  kemudian dihapuskan dan diganti Politik Pintu Terbuka (Opendeur) yang mendorong pengusaha Belanda  menanamkan modal di Nusantara  
Pabrik  Gula yang dibangun pada masa politik Pintu Terbuka

Kebijakan Politik Pintu Terbuka:

1.Adanya Suiker Wet (UU Gula) swastanisasi perusahaan gula
2.Agrarische wet (UU Agraria) pembagian tanah pemerintah dan tanah penduduk 
3.Penghapusan tanam Paksa
  Politik Pintu terbuka didukung  :
1. Jawa banyak tenaga Kuli Murah (Koeli Ordonatie)
2. Banyaknya Modal
3. Bank-bank meyediakan kredit  
4. Kekayaan Indonesia yang melimpah 
 Politik pintu terbuka (ekonomi liberal) juga tidak membawa perubahan yang berarti di nusantara bahkan
menambah kesengsaraan rakyat pribumi. Hal ini menimbulkan keprihatinan dan mendorong dikeluarkanya kebijakan politik baru. Seorang tokoh bernama C.Th Van Deventer mengusulkan dikeluarkanya politik etis (Balas jasa) yang berisi: Irigasi (pengairan), Migrasi (perpindahan Penduduk) dan Edukasi (Pendidikan).
  
Dari artikel diatas analisislah masing-masing dampak positif dan negatif dari masing-masing kebijakan pemerintah Belanda bagi bangsa Indonesia 

No
Kebijakan Politk
Dampak Positif bagi bangsa Indonesia
Dampak Negatif bagi bangsa Indonesia
1
Politik tanam paksa






2
Politik Pintu Terbuka






3
Politik Etis (balas jasa)






Rabu, 03 September 2014

MIND MAPING HASIL PERJUANGAN DIPLOMASI 1945-1949

Hasil Perjuangan Diplomasi dalam rangka mempertahankan Kemerdekaan 1945-1949

MIND MAPING MANUSIA PURBA DI INDONESIA

MANUSIA PURBA DI INDONESIA

MIND MAPING KEBIJAKAN RAFFLES DI INDONESIA

Kebijakan Raffles di Indonesia