Cari Blog Ini

Memuat...

Selasa, 26 Agustus 2014

TERBENTUKNYA ALAM SEMESTA DAN KEPULAUAN INDONESIA (KELAS X PERTEMUAN KE 2)

"Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah SWT yang menciptakan Langit dan Bumi dalam enam masa, Kemudian Dia bersemayam diatas Arsy (singgasana) untuk mengatur segala urusan" (QS. Yunus ayat 3)
Ayat diatas menunjukan betapa kuasanya Allah menciptakan alam semesta sebagai tempat segala makhluk untuk hidup dan tinggal. Banyak teori yang digali dari ayat tersebut untuk mengkaji tentang penciptaan Alam semesta. Diantaranya Teori Bigbang (Ledakan besar), Teori awan nebula (Fowlet) dan Teori Bintang Kembar.
  1. Menurut teori big bang sekitar 6 milyar tahun yang lalu dialam semesta terjadi sebuah ledakan besar sebuah bintang raksasa dari partikel-partikel tersebut kemudian tersusun materi alam semesta meliputi Matahari, Planet, bintang dll.
  2. Menurut teori awan nebula sekitar 6 milyar tahun yang lalu partikel alam semesta terbuat dari sebuah kabut raksasa yang berputar pada porosnya sehingga memadat .
  3. Menurut teori Bintang Kembar sekitar 6 milyar tahun yang lalu ada 2 bintang raksasa. salah satu bintang tersebut kemudian meledak. Pecahan partikel bintang yang meledak kemudian tertarik gravitasi bintang yang tersisa.
Bumi sebagai tempat tinggal manusia dan makhluk kemudian mengalami perubahan dari masa ke masa. Menurut ilmu Geologi bumi dibagi menjadi 4 masa:

1. Archaekum : Bumi masih panas 
2. Paleozoikum: suhu mendingin dan muncul organisme bersel satu (bakteri)  
3. Mesozoikum: muncul reptil raksasa (Dinosaurus)
4. Neozoikum : terbagi menjadi 2 masa yaitu Tertier (muncul primata) dan Kuartener (muncul manusia)
Dinosaurus hidup masa mesozoikum
 Dinosaurus yang muncul pada masa Mesozoikum kemudian mengalami kepunahan yang menurut teori dikarenakan bumi tertabrak oleh beberapa komet raksasa. Baru pada masa berikutnya makhluk hidup, primata dan manusia prasejarah muncul. Pembentukan bumi terus berlanjut sampai pada masa Glasial yaitu masa ketika sebagian besar permukaan bumi diselimuti es dan interglasial masa dimana es dibumi . Di Indonesia pada masa glasial wilayah Indonesia bagian barat masih bergabung dengan daratan Asia sedangkan Indonesia bagia timur bergabung dengan Australia.

Garis Walace dibarat  dan Garis Weber ditimur
Pada masa  Interglasial ketika es mencair hal ini membuat permukaan air laut naik dan menyebabkan Indonesia bagian barat terpisah dengan Asia dan Indonesia bagian timur terpisah dengan Australia. Flora dan fauna di Indonesia bagian barat memiliki kemiripan dengan Flora fauna benua asia sedangkan flora dan fauna bagian timur memiliki kemiripan dengan flora fauna benua Australia. Sedangkan diwilayah tengah merupakan zona peralihan dimana Flora dan Faunanya khas Indonesia yang tidak ada kemiripan dengan fauna Asia maupun Australia.

 
Dari artikel diatas kerjakanlah penugasan dibawah ini!
A. Carilah 5 teori terbentuknya alam semesta

NO
TEORI TERBENTUKNYA
ALAM SEMESTA
TOKOH PENGEMUKA TEORI
BUNYI TEORI
1
Teori Big Bang (Ledakan Besar)







2
Teori Awan Nebula (Fowlet)







3
Teori Bintang Kembar







4
Teori Pasang Surut







5
Teori Planetisimal







 
B.Carilah informasi tentang Flora dan Fauna di Indonesia lalu kelompokan dalam Flora dan Fauna Asiatis, Zona peralihan atau Australis pada kolom dibawah ini!

NO
FAUNA DAN FLORA
BARAT/ ASIATIS
FAUNA  DAN FLORA PERALIHAN
FAUNA DAN FLORA TIMUR/AUSTRALIS
1
2
3
4
5



Minggu, 24 Agustus 2014

REPUBLIK BATAAF DAN PEMERINTAHAN DAENDELS DI NUSANTARA


Napoleon Bonaparte
Revolusi Prancis berhasil menggelorakan semangat baru di Eropa dengan semboyan Liberte, Egalite, Fraternite (Kebebasan, Persamaan dan Persaudaraan) yang digambarkan dalam bendera Prancis. Setelah runtuhnya kekuasaan Raja Louis XVI di Prancis, Napoleon Bonaparte berambisi menguasai Eropa.

Kerajaan Belanda pun tak kuasa menahan serangan Napoleon sehingga Raja Willem V melarikan diri ke Inggris. Kerajaan Belanda kemudian dirubah menjadi Republik Bataaf dengan Louis Napoleon sebagai penguasanya. Hal ini bedampak pada daerah jajahan VOC/selaku wakil pemerintah Belanda di Nusantara. Louis Napoleon kemudian mengutus seorang Belanda Pro-Prancis bernama Herman Willem Daendels yang diberi tugas mempertahankan Hindia-Belanda dari Inggris yang terikat Treaty of London dengan Belanda. Daendels kemudian memberlakukan beberapa kebijakan keras pada rakyat Hindia-Belanda demi mendukung tujuan Prancis. Daendels mengerahkan Rakyat untuk Kerja Rodi (kerja Paksa) untuk membangun jalan pos (Postweg) yang menghubungkan Anyer di Banten dan Panarukan di Jawa Timur sepanjang 1000 kilometer.
Louis Napoleon
Daendels juga membangun pabrik senjata di Semarang dan Surabaya untuk memperkuat militernya. Daendels membangun peradilan (Landraad) untuk yang digunakan untuk mengadili orang Eropa,Timur asing dan Kaum Pribumi.
H.W Daendels

 Kebijakan Daendels yang kejam di Cadas Pangeran mendapat tentangan dari Seorang bangsawan Jawa Barat yang dikenal dengan Pangeran Cornel. Hal ini menyebabkan sikap Daendels melunak terhadap kaum pribumi. Diakhir kekuasaanya di Hindia Belanda nama Daendels tercoreng akibat tindakanya yang disinyalir mengarah pada tindakan Korupsi dengan menjual tanah pada Partikelir. Akibatnya Daendels dipanggil pulang ke Belanda dan digantikan Jan Willem Jansens. Namun Jansens tidak sekuat Daendels sehingga Hindia Belanda berhasil dikuasai Inggris melalui Kapitulasi tuntang. Dengan demikian berakhirlah kekuasaan Belanda-Prancis di Nusantara.
J.W jansens
Dari bacaan diatas carilah beberapa kebijakan Daendels dibidang Hukum, Keuangan, Militer, Sosial dan Pemerintahan!

Senin, 18 Agustus 2014

BELAJAR YUUKK...

PENDEKATAN MULTIDIMENSIONAL DAN PENGELOMPOKAN SUMBER-SUMBER SEJARAH (KELAS X PERTEMUAN 1)




Dalam mempelajari sejarah dikenal pendekatan multidimensional, sehingga nampak rangkaian peristiwa yang saling terkait antar satu aspek dengan aspek yang lain yang memperjelas keunikan peristiwa sejarah. Dalam perkembanganya muncul dua pendekatan dalam ilmu sejarah yaitu Sejarah Naratif dan sejarah non Naratif. Sejarah naratif mengunkapkan sesuatu pada kurun waktu tertentu sehingga tersusun dalam sebuah cerita yang saling berkaitan. Sedang sejarah non Naratif berfokus pada masalah (problem oriented) untuk mengungkap berbagai dimensi kenyataan sejarah dimasa lampau. Maka kemudian untuk mempermudah mempelajarinya perlu adanya sebuah pembagian kurun waktu atau periodesasi dari sanalah kemudian kita bisa melihat apa yang menonjol pada masa itu dilihat dari berbagai aspek yang menyebabkanya.
 Oleh sebab itu diperlukan sumber-sumber sejarah baik berupa sejarah lisan, sumber tertulis dan sumber benda. Sumber Lisan adalah sumber yang diperoleh dari wawancara/kesaksian seorang tokoh sejarah.
Sedangkan Sejarah tertulis adalah sumber yang berupa naskah, teks tertulis dari sebuah peristiwa sejarah.
Sumber benda merupakan sumber berupa bangunan atau Arsip dokumen non tulisan sebuah peristiwa sejarah.

Setelah membaca artikel diatas coba kelompokan sumber-sumber sejarah dibawah ini kedalam sumber lisan, sumber tertulis dan sumber benda !


A.      Kelompokan sumber-sumber sejarah dibawah ini menjadi Sumber Lisan, Sumber Tertulis dan Sumber Benda
Candi Borobudur
Wawancara dengan
Mantan Presiden Soeharto
Teks Proklamasi
Masjid Agung Demak
Teks Sumpah Pemuda
Candi Prambanan
Prasasti Ciaruteun
Surat Perintah Sebelas Maret
Gedung Lawang Sewu
Kesaksian Jedral A.H Nasution
Prasasti Yupa
Kraton Solo
Kesaksian Aktivis Refomasi
Masjid Agung Banten
Wawancara Veteran Pertempuran Lima Hari di Semarang
Klenteng Sam Po Kong
Teks Dekrit Presiden 5 Juli 1959
Arsip Foto Proklamasi 17 Agustus 1945
Wawancara dengan Bung Tomo
Arsip Rekaman video Bom atom Hiroshima
Teks Pengunduran diri Presiden Soeharto

No
Sumber lisan
Sumber tertulis
Sumber benda















B.      Rangkailah masa-masa yang belum tersusun menjadi Periodesasi/ Pembabakan sejarah Indonesia
Masa Prasejarah                                                              Masa Kerajaan Hindu-Budha
Masa Pendudukan Jepang                                           Masa Kolonial/Penjajahan Bangsa Eropa
Masa Kerajaan Islam                                                      Masa Reformasi                                              
Masa Proklamasi                                                              Masa Orde lama
Masa Orde Baru